Kisah Sang Peraih Emas di SEA Games 2022 Asal Sumut, Junita Malau Kembali Bertani dan Memanen Bawang

JunitaMalau, Pewushu Sumatera Utara (Sumut) yang meraihmedaliemasdiSEA Games 2022 Vietnam sudah kembali ke kampung halamannya di Kabupaten Simalungun. Junita kembali menjalani rutinitasnya di kampung, yakni bertanibawangdiKelurahanTigaRunggu, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun. "Bukan hobi, memang itu lah pekerjaan saya kalau sedang tidak latihan."

"Sekarang yang ditanam bawang merah dan kol." Lanjutnya, beberapa hari belakangan ia dan keluarganya baru saja memanen bawang merah jenis peking. Saat ini sedang melakukan pembibitan.

Wanita yang juga peraih medali emas wushu sanda PON Papua 2021 lalu ini mengaku pekerjaan sebagai petani juga dijalankan oleh kedua orangtuanya. "Orangtua saya profesinya memang sebagai petani juga di sini (di kampungnya)," ujarnya. Dengan pakaian petani, ia tampak senang melakoni aktivitas itu.

Dengan kain yang dijadikan penutup kepala, ditambah kemeja lengan panjang untuk menahan terik, ia menunjukkan hasil panen bawang merahnya. Disinggung mengenai tanggapan orangtuanya mengenai keberhasilannya meraih medali emas di Sea Games Vietnam 2022, ia menyebutkan kedua orangtuanya turut bangga. "Pastinya orangtua bangga dengan capaian saya. Apalagi, ini prestasi di tingkat Internasional," ucapnya.

Lahir: Naga Pane, Tigarugu, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara, 26 Mei 1991 Usia : 30 Tahun SMA GBKP Kabanjahe Lulusan S 1 Universitas Negeri Medan

1. Runner up Kejuaraan Dunia Wushu di Jakarta pada November 2014 2. Medali emas di PON Papua 2021 3. Medali emas di SEA Games Vietnam 2021

Keberhasilan JunitaMalau meraih medali emas di ajang Sea Games Vietnam 2022 telah mengharumkan nama Indonesia, dan Sumut, di kancah internasional. Pewushu sanda ini berhasil mengalahkan wakil tuan rumah, Nguyen Thi Chin yang turun di kelas 48 kg. Raihan itu bukan perkara mudah ia dapatkan. Sebelum mengarungi ajang dua tahunan ini, ia melakukan persiapan khusus. Bahkan latihan yang dilakoninya terbilang ekstrim.

Junita Malau dkk sempat down. Kerasnya latihan kala itu membuat dia tak cuma merasa lelah secara fisik, namun juga mental. Beruntung, JunitaMalau berhasil bangkit mengingat tujuannya adalah mengharumkan nama Tanah Air. "Dengan pelatih China (latihan) ekstrim, tiga minggu menjelang pertandingan baru bisa datang ke Indonesia. Latihan khusus dengan pelatih lokal," ucapnya.

Junita sempat tidak percaya dengan apa yang diraihnya. Ia mengaku targetnya di SEAGames ini sebatas berdiri di podium. "Target saya hanya ingin berdiri di podium. Ternyata Tuhan memberi saya berdiri di podium nomor 1, semua karena kuasa Tuhan," katanya. Lebih jauh, peraih medali emas wushu sanda PON Papua itu mengatakan, prestasi yang diraihnya itu ia persembahkan bagi kedua orangtuanya.

Selain itu, ia juga merasa bangga karena bisa menaikkan marwah Indonesia di kancah negara negara Asean melalui wushu sanda.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *